Seknas: Pemerintah perlu memberikan perhatian khusus pada komoditas pangan

Jakarta (ANTARA) – Sekretaris Nasional Jokowi (Seknas) menilai pemerintah perlu memberikan perhatian khusus pada komoditas pangan nasional, termasuk daging, yang permintaannya meningkat pada musim-musim tertentu, seperti puasa dan lebaran.

“Kita perlu penetrasi dan kebijakan pemerintah agar harga daging tetap terjangkau oleh masyarakat di hari besar, mengingat ini sudah tradisi,” kata Sekretaris Dewan Pakar Setnas Jokowi Todotua Pasaribu dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.

Dia mengatakan, harga sejumlah bahan pangan belum bisa sepenuhnya dipenuhi di dalam negeri. Hal ini juga dipengaruhi oleh harga internasional, termasuk daging. Oleh karena itu, pemerintah perlu membenahi dan menata ulang kebijakan di bidang pangan.

Tujuannya, kata dia, agar aksi mogok para pelaku usaha tidak terulang kembali dengan alasan yang sama seperti yang dilakukan oleh tukang jagal pada Januari 2021.

Baca juga: Seknas Jokowi sambut baik kontrol pemerintah terhadap minyak goreng HET

Baca juga: Seknas Jokowi Anjurkan Jangan Lepaskan Kedelai ke Perdagangan Bebas

“Walaupun harga daging relatif mahal bagi kebanyakan orang, jika hilang di pasaran selama beberapa hari, masyarakat akan khawatir,” jelasnya.

Menurut dia, pangan yang berkualitas harus tetap tersedia dan terjangkau oleh masyarakat. Sebab, hal ini berkaitan dengan kebutuhan nutrisi. Apalagi masyarakat dinilai belum siap jika harus mengganti protein hewani dengan sumber protein lain, misalnya telur ayam, ikan laut, ikan air tawar dan sebagainya.

“Masih perlu waktu untuk mengubah pola makan karena yang dipertaruhkan adalah kualitas generasi mendatang,” ujarnya.

Akhirnya, sesulit apapun menurunkan harga daging, pemerintah tetap harus mengambil tindakan. Solusi jangka pendek yang bisa dilakukan pemerintah adalah mengatasi kenaikan harga daging dengan melakukan penetrasi pasar. Termasuk mengecek kondisi hulu, yakni importir daging.

“Produksi daging sapi lokal masih jauh dari memenuhi kebutuhan dalam negeri,” ujarnya.

Wartawan: Muhammad Zulfikar
Editor: Chandra Hamdani Noor
HAK CIPTA © ANTARA 2022