Rusia, Australia membuat sebagian besar dari 1.600 pengunjung internasional yang tiba di Bali: menteri senior

Setidaknya 1.600 pengunjung internasional telah tiba di Bali sejak pulau itu dibuka kembali dengan sungguh-sungguh pada 4 Februari, kata seorang menteri senior.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan, yang membawahi penanganan COVID-19 Indonesia, mengatakan dalam jumpa pers baru-baru ini bahwa pengunjung dari Rusia dan Australia mendominasi jumlah pendatang baru di Bali, diikuti oleh wisatawan dari Prancis, AS, dan Belanda. .

“Sejak Bali dibuka kembali untuk turis asing, lebih dari 1.600 turis asing telah tiba hingga 26 Februari,” kata Luhut.

Dia menambahkan bahwa setengah dari pendatang baru memutuskan untuk menjalani sistem karantina “gelembung”, di mana mereka diizinkan menggunakan fasilitas hotel di luar kamar mereka.

Baca juga: Bali Tawarkan Paket Karantina ‘Bubble’ untuk Wisatawan Internasional Saat Pemerintah Pertimbangkan Hapus Persyaratan di Bulan April

Berita itu menjadi angin segar bagi Bali, yang sektor pariwisatanya (penyuplai pendapatan pulau itu) hancur sejak pandemi dimulai.

Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai juga sudah ramai sejak Februari, melayani total 387.574 penumpang (domestik dan internasional), naik 148 persen dari periode yang sama tahun lalu. Sebanyak 3.098 penumpang internasional (baik keberangkatan maupun kedatangan) masuk dalam jumlah tersebut.

Destinasi wisata lainnya juga diuntungkan dari lonjakan bertahap pariwisata Bali.

Sekitar 1.000 turis asing memadati Gili Matra, pulau wisata kecil di Nusa Tenggara Barat, tiga hari sebelumnya Nyepi (Hari Hening), menurut Lalu Kusnawan, ketua Asosiasi Hotel Gili. Pulau Bali ditutup selama 24 jam karena penduduk setempat merayakan hari suci, yang jatuh kemarin.

BACA JUGA:  Laporan Langsung VOA untuk Metro TV: Pidato Kenegaraan Biden Menyinggung Krisis Ukraina