Polisi Malaysia Berburu Tambang Bitcoin Ilegal Menggunakan Drone

  • Whatsapp

Malaysia terdaftar sebagai negara dengan 6 penambang kripto terbanyak di dunia. Namun, hal ini menimbulkan masalah, karena sebagian besar penambangan dilakukan secara ilegal.

Para penambang mencuri listrik untuk memberi daya pada ratusan (jika bukan ribuan) peralatan penambangan bitcoin. Tentu saja hal ini membuat pihak berwajib kerap melakukan razia terhadap tambang-tambang liar tersebut.

Read More

Selama tahun 2021, 528 orang ditangkap dan peralatan pertambangan senilai USD 13 juta disita. Itu jauh dari tahun sebelumnya, yang hanya menangkap 26 orang dengan alat seharga USD 301 ribu.

Sebagian besar penambang ilegal ini beroperasi di kawasan industri, terutama di Selangor, Kuala Lumpur, Perak dan Penang. Karena daerah ini terisolasi, sehingga warga sekitar tidak akan mendengar suara kipas dari mesin yang berisik atau suhu yang naik.

Lalu, bagaimana polisi Malaysia bisa menemukan ranjau ilegal tersebut? Mereka menggunakan drone yang dilengkapi peralatan khusus untuk mendeteksi panas. Sebab, tambang-tambang tersebut jelas menghasilkan panas tinggi dari mesin-mesin tambang yang digeber seharian.

Namun, deteksi awal dilakukan oleh perusahaan listrik Tenaga Nasional Berhad (TNB). Mereka mencari daerah dengan penggunaan listrik tinggi tetapi tagihan listrik rendah.

Daerah yang “memenuhi syarat” ini kemudian dilaporkan ke polisi untuk diperiksa kemudian menggunakan pesawat tak berawak, untuk menemukan panas yang dilepaskan ke udara, kami mengutip kata Mashable.

Jika sudah terdeteksi kemudian digerebek, maka pemerintah Malaysia akan memberikan hukuman yang diharapkan bisa membuat para penambang menyerah. Yakni dengan melindas mesin-mesin tambang sitaan dengan kendaraan berat seperti stooms.

BACA JUGA:  Butuh Peringatan! Ini 5 Tanda Anda Terjebak dalam Kepositifan Beracun

Seperti yang dilakukan pemerintah Malaysia di Sarawak pada Juli 2021. Saat itu ada 1.069 alat penambangan kripto seperti Bitcoin dan Ethereum yang hancur dilindas.

Related posts