Polisi Aceh tangkap 8 nelayan India karena illegal fishing

Berdasarkan hasil interogasi, mereka tidak memiliki izin penangkapan ikan di wilayah Indonesia

Banda Aceh (ANTARA) – Tim dari Direktorat Polisi Laut dan Udara Polda Aceh menangkap delapan nelayan India karena melakukan penangkapan ikan secara ilegal di perairan Kabupaten Aceh Besar.

Kedelapan nelayan tersebut terdiri dari nakhoda dan tujuh awak kapal, kata Direktur Polisi Laut dan Udara Polda Aceh Kompol Risman Aldino di Banda Aceh, Selasa.

“Mereka ditangkap saat sedang mencari ikan di perairan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar, pada Senin (7 Maret 2022) sekitar pukul 13.00 WIB. Kapal motor nelayan India itu berada 18 kilometer dari pantai Lhoong saat ditangkap,” ujarnya.

Kedelapan nelayan India tersebut adalah Marie Jashindos (34), Immanuval Soe (29), Mutnoppah (48), Sijin (29), Pravin (19), Libin (34), Tomon (24), dan Tonbosuco (48), dia berkata. Mereka berasal dari Kepulauan Andaman, India, tambahnya.

Aldino mengatakan para nelayan India itu menangkap ikan menggunakan kapal motor 60 gros ton tanpa pukat.

Tim juga menyita alat tangkap, pelacak posisi, kompas, telepon seluler, serta ikan sekitar 700 kilogram, tambahnya.

“Berdasarkan hasil interogasi, mereka tidak memiliki izin menangkap ikan di wilayah Indonesia. Mereka mengatakan mereka berasal dari Andaman, India. Berbagai jenis ikan seperti hiu dan lumba-lumba ditemukan di atas kapal motor mereka,” ujarnya.

Nelayan India ditangkap setelah polisi air dan udara menerima informasi dari masyarakat, tambahnya.

Berita terkait: Pusat Komando Pemerintah di Maluku Awasi Penangkapan Ikan Secara Ilegal
Baca juga: Kapal Berbendera Vietnam Ditahan Karena Perburuan di Perairan Natuna Utara
Berita terkait: 114 pengungsi Rohingya terdampar di pantai Aceh