Pertamina Percepat Upaya Transisi Energi di Indonesia

  • Whatsapp

Sumber energi untuk baterai kendaraan yang dapat diisi ulang juga harus ramah lingkungan.

Jakarta (ANTARA) – PT Pertamina (Persero) berupaya mendukung program transisi energi di Indonesia dengan menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya rooftop di seribu SPBU dan mengembangkan ekosistem kendaraan listrik.

Read More

Direktur Utama Perusahaan Migas Nicke Widyawati dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, mengatakan saat ini pihaknya memiliki 143 SPBU dengan pembangkit listrik tenaga surya atau Green Energy Station (GES) SPBU.

“Pada 2022 kita akan tingkatkan SPBU GES hingga mencapai seribu. Nanti secara bertahap, seluruh SPBU akan disulap menjadi SPBU GES,” ujarnya.

SPBU GES menyediakan layanan terpadu untuk mendukung gaya hidup yang lebih ramah lingkungan, antara lain dengan memanfaatkan solar photovoltaic sebagai sumber energi alternatif dan terbarukan.

Pertamina menargetkan penurunan emisi karbon sebesar 34 ribu ton per tahun dari pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya di seluruh SPBUnya.

Pendirian SPBU GES tidak hanya bertujuan untuk mendukung program dekarbonisasi tetapi juga untuk mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

“Sumber energi untuk baterai kendaraan yang dapat diisi ulang juga harus ramah lingkungan,” kata Dirut.

Perusahaan minyak dan gas milik negara itu telah meluncurkan kolaborasinya dengan Indonesia Battery Corporation (IBC) milik negara serta beberapa perusahaan swasta, seperti Gojek, Electrum, Gesits, dan Gogoro, pada 22 Februari 2022.

Kolaborasi tersebut bertujuan untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik, misalnya dengan mendirikan pilot battery swapping station.

Berita terkait: PLTS sebagai tulang punggung energi bersih Indonesia: Menteri

BACA JUGA:  Labuan Bajo optimis menerima 100-200 pengunjung setiap hari

Selama ini layanan percontohan hanya tersedia di tujuh SPBU GES di Jakarta Selatan: SPBU MT Haryono, SPBU Kuningan, SPBU Kemang, SPBU Gandaria City, SPBU Fatmawati, SPBU Permata Hijau, dan SPBU Pondok Indah.

Saat ini, stasiun pertukaran baterai percontohan hanya dapat melayani 500 kendaraan.

Oleh karena itu, Pertamina berkomitmen untuk meningkatkan layanan stasiun penukaran baterai, sehingga dapat digunakan secara luas oleh masyarakat di masa mendatang.

Jika proyek percontohan berhasil, perseroan akan memperluas layanan yang akan digunakan oleh lima ribu kendaraan.

Berita terkait: G20: Jadwal Pemasangan Panel Surya di Sepanjang Tol Bali Mandara

Related posts