Pandemi menghalangi anak autis mengakses pendidikan: kementerian

  • Whatsapp

Jakarta (ANTARA) – Deputi Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nahar menegaskan pandemi COVID-19 membuat anak autis sulit menikmati haknya atas pendidikan.

“Pandemi COVID-19 juga secara tidak langsung membuat anak autis di Indonesia semakin sulit untuk menikmati hak pendidikan di sekolah formal yang mengakomodasi kebutuhan khusus mereka,” ujarnya dalam webinar yang diakses di Jakarta, Rabu.

Read More

Nahar mencontohkan, permasalahan yang dihadapi anak autis dalam pendidikan diproyeksikan berdasarkan jumlah anak autis di sekolah luar biasa untuk tahun ajaran 2020-2021 yang hanya mencapai 889 siswa. Jumlah tersebut menurun drastis, dari 16.987 mahasiswa selama tahun ajaran 2019-2020.

Berita terkait: Pendidik harus mendapatkan pengetahuan tentang pendidikan inklusif: kementerian

Nahar mengaitkan sulitnya akses pendidikan dengan penerapan pembelajaran online yang diterapkan sebagian besar sekolah di tengah pandemi.

“Akses pendidikan bagi mereka semakin sulit selama masa pandemi, karena sebagian besar sekolah menerapkan pembelajaran online tanpa interaksi fisik yang erat antara guru dan siswa,” jelasnya.

Nahar menegaskan, anak autis berhak mendapatkan pendidikan yang layak sebagaimana anak-anak lainnya, sebagaimana diatur dalam undang-undang.

“Anak autis atau anak berkebutuhan khusus berhak mendapatkan pendidikan dan pengajaran yang layak sesuai dengan kemampuan dan potensinya,” ujarnya.

Nahar menegaskan, meski anak autis mengalami gangguan perilaku atau perkembangan perilakunya tidak secepat anak lain, mereka perlu diberikan kesempatan belajar, sehingga mereka bisa menguasai kemampuan hidup mandiri saat dewasa nanti.

Pandemi COVID-19 pertama kali melanda Indonesia pada Maret 2020, dengan ditemukannya kasus COVID-19 pertama di negara tersebut.

BACA JUGA:  Menteri UKM dorong konsumen Indonesia beli produk dalam negeri

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, hingga 22 Februari 2022, jumlah kasus COVID-19 di Indonesia sebanyak 5.289.414 kasus, sembuh 4.593.185, dan meninggal 146.798.

Berita terkait: London School mendorong “parentpreneurship” untuk anak autis

Related posts