Mengelola lebih dari 31.000 hektar hutan tanaman energi: Perhutani

Ini menjadi (sumber) harapan bagi Perhutani untuk bisa mendapatkan tambahan penghasilan, karena inti (metode) kami selama ini didominasi oleh penebang dan penyadap getah pinus.

Jakarta (ANTARA) – Badan Usaha Milik Negara Perum Perhutani mengklaim mengelola 31.136 hektare hutan tanaman energi yang akan memasok sebagian bahan bakar pengganti atau campuran batu bara ke PLTU tersebut.

Perusahaan telah mengembangkan pembangkit energi, gamal dan kaliandradi Jawa dan Madura sejak 2019, Dirut Perhutani, Wahyu Kuncoro, menginformasikan.

“(Kekuatan yang dihasilkan oleh) gamal dan kaliandra kurang lebih mirip dengan energi batubara. Sampai akhir tahun 2021 sudah kami implementasikan kaliandra dan gamal tanaman di areal seluas 31 ribu hektare,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu.

Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 2010 mengamanatkan perusahaan publik kehutanan negara untuk mengelola hutan di Jawa dan Madura yang tersebar di area seluas 2,4 juta hektar, tambahnya.

Berdasarkan rencana jangka panjang perusahaan, Perhutani akan memperluas kawasan hutan tanaman energi menjadi 65 ribu hektar pada 2024, katanya.

Berita terkait: !6 titik api kemungkinan kebakaran hutan terdeteksi di Kalimantan Timur

Perusahaan akan memasok serbuk gergaji ke beberapa pembangkit listrik tenaga uap milik PT PLN, ujarnya. Penggunaan serbuk gergaji akan mendukung upaya pemerintah untuk menerapkan energi baru terbarukan sebagai bagian dari komitmennya untuk mengurangi emisi karbon di Indonesia, katanya.

Perhutani memperkirakan klaster hutan tanaman energi akan menghasilkan 20 juta ton biomassa dan memenuhi total kebutuhan nasional sebesar 9 juta ton biomassa per tahun, tambahnya.

Selain mendirikan kebun energi, perusahaan milik negara itu juga berencana membangun industri biomassa untuk memproduksi serpihan kayu dan serbuk gergaji, katanya.

Berita terkait: Presiden pastikan tidak ada kerusakan hutan dalam pembangunan ibu kota baru

Perusahaan akan membangun industri bekerjasama dengan PT Perkebunan Nusantara III dan PLN, lengkap dengan bantuan dari Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada, tambahnya. Langkah tersebut sebagai bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan bahan bakar pembangkit listrik tenaga uap secara konsisten dan berkelanjutan, ujarnya.

“Ini sebagai (sumber) harapan bagi Perhutani untuk bisa mendapatkan penghasilan tambahan, karena inti (metode) kami selama ini didominasi oleh penebang dan penyadap getah pinus,” tambahnya.

Pemerintah optimistis Indonesia akan bebas emisi ke depan melalui penerapan kebijakan yang mengarah pada ekonomi hijau. Untuk memenuhi itu, telah digalakkan penggunaan moda transportasi yang menggunakan energi terbarukan, seperti kendaraan listrik.

Baru-baru ini, Gubernur Jakarta mengatakan bahwa ibu kota akan mengganti setengah dari armada bus rapid transit dengan kendaraan listrik sebagai cara untuk mendukung keputusan tersebut.

Berita terkait: RS Udayana Difungsikan Sebagai RS Rujukan KTT G20 2022

Berita terkait: Kementerian Perluas Strategi Komunikasi untuk G20