Masyarakat Indonesia harus tetap waspada terhadap kekerasan berbasis gender online: pemerintah

  • Whatsapp

Jakarta (ANTARA) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga meminta masyarakat luas di Indonesia untuk tetap waspada terhadap insiden kekerasan berbasis gender online.

“Semua orang bisa menjadi korban kekerasan berbasis gender online, termasuk perempuan, anak-anak, dan kelompok rentan lainnya. Modus kekerasannya beragam, mulai dari cyber grooming, pelecehan online, peretasan, konten ilegal, pelanggaran privasi, ancaman penyebaran foto pribadi. atau video hingga pencemaran nama baik, dan sebagainya,” ujarnya di Jakarta, Senin.

Read More

Menurut Menkeu, kekerasan berbasis gender online muncul dari pesatnya perkembangan teknologi dan masifnya penggunaan media sosial.

Sama seperti kasus kekerasan di bidang lain, kekerasan berbasis gender online juga memiliki beberapa dampak negatif, katanya.

“Korban dan penyintas mengalami dampak yang berbeda seperti kerugian psikologis, keterasingan sosial, kerugian ekonomi, dan hambatan dalam berpartisipasi dalam platform online dan offline,” jelasnya.

Berdasarkan data laporan tahunan Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), setidaknya ada 940 kasus kekerasan berbasis gender online yang dilaporkan pada 2020, katanya. Jumlah ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 241 orang, tambahnya.

Berita terkait: Kekerasan online menimbulkan kerugian psikologis dan material bagi para korban

Dalam RUU Pencegahan Kekerasan Seksual (RUU TPKS), ada satu pasal yang mengatur tentang hukuman bagi pelaku kekerasan seksual online, ujarnya.

“Ini merupakan wujud kehadiran pemerintah dalam melindungi perempuan, anak, dan kelompok rentan dari segala bentuk kekerasan seksual di mana saja,” kata Puspayoga.

Kementerian juga menekankan pentingnya perlindungan privasi online untuk mencegah terjadinya kekerasan berbasis gender online, tambahnya.

BACA JUGA:  Mary Kay Inc. merayakan Hari Hutan Internasional dan Hari Pohon Sedunia dengan laporan yang merinci kemitraan yang berdampak dengan Arbor Day Foundation

“Jika ada yang menjadi korban, segera dokumentasikan apa yang terjadi secara detail dan kronologis, untuk membantu proses pelaporan. Segera cari bantuan. Masyarakat bisa menghubungi layanan perempuan dan anak (SAPA) melalui telepon 129 atau WhatsApp di 08111-129-129 ,” kata Puspayoga.

Berita terkait: Menteri Puspayoga minta dukungan RUU pencegahan kekerasan seksual

Related posts