KSP: Pemerintah pastikan pemerataan bahan baku minyak goreng

Semua produsen minyak goreng, besar atau kecil, harus mendapatkan bahan baku.

Jakarta (ANTARA) – Kantor Staf Kepresidenan menyatakan kenaikan batas pasokan wajib kebutuhan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dalam negeri menjadi 30 persen merupakan upaya Pemerintah untuk memastikan pemerataan bahan baku ke pasar. produsen minyak goreng.

“Semua produsen minyak goreng, baik besar maupun kecil, harus mendapatkan bahan baku sesuai harga yang ditetapkan pemerintah, yaitu Rp 9.300,00 per liter. KSP dan kementerian terkait akan mengawal ini,” kata Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Edy Priyono. dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis.

Diketahui, Pemerintah mengubah aturan batas pasokan untuk kebutuhan dalam negeri atau domestic market obligation (DMO) minyak sawit mentah (CPO) dari 20 persen menjadi 30 persen dari total produksi mulai Kamis. Hal ini untuk merespon harga CPO dunia yang terus melambung tinggi.

Aturan yang diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri ini berlaku selama 6 bulan ke depan.

Menurut Edy, sebenarnya dengan batasan DMO 20 persen, di atas kertas sudah bisa memenuhi kebutuhan bahan baku.

Edy mengatakan, sejak 14 Februari hingga 8 Maret 2022, deposit CPO DMO (bahan baku minyak goreng) mencapai 573.890 ton. Dari jumlah itu, 415.787 ton telah disalurkan atau setara dengan 72,4 persen dari total DMO.

“Kalau melihat data sebenarnya cukup karena kebutuhan sekitar 320.000 ton per bulan. Namun, pemerintah ingin memastikan pasokan bahan baku aman,” kata Edy.

Dalam kesempatan itu, Edy juga menegaskan bahwa Kantor Staf Kepresidenan mendukung tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang memanfaatkan isu minyak goreng, termasuk para spekulan.

“KSP mengapresiasi upaya koordinasi Kementerian Perdagangan dan Satgas Pangan dalam hal ini,” jelasnya.

Baca juga: KSP: Pemerintah optimistis realisasikan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2022

Baca juga: Badan Pangan Nasional Akan Bantu Jaga Kestabilan Harga Minyak Goreng

Reporter: Rangga Pandu Asmara Jingga
Redaktur: D.Dj. Kliwantoro
HAK CIPTA © ANTARA 2022