Korban Teroris Papua Bersenjata di Ilaga Dievakuasi ke RS Mimika

  • Whatsapp

Timika, Papua (ANTARA) – Dua orang korban penembakan yang dilakukan oleh anggota kelompok teroris separatis Papua bersenjata di kawasan Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, dievakuasi ke Timika untuk menjalani operasi darurat di Rumah Sakit Umum Daerah Mimika.

Kepala RSUD Mimika dr Antonius Pasulu mengatakan, kedua korban penembakan yang dilakukan Minggu (20/2) lalu itu akan menjalani operasi darurat untuk mengeluarkan peluru dan pecahan peluru yang masih bersarang di tubuh mereka.

Read More

“Saya mendapat informasi tentang dua korban dari Ilaga. Saat ini, kami telah melakukan persiapan yang diperlukan untuk mereka menjalani operasi, dan kedua korban telah dipindahkan ke ruang operasi,” kata Pasulu di Timika, Senin.

Sebuah pesan yang beredar di aplikasi mobile chat WhatsApp mengimbau warga sekitar untuk mendonorkan darahnya kepada Glen Sumampauw, 30 tahun, yang sangat membutuhkan transfusi darah untuk operasi. Sumampauw adalah karyawan dari perusahaan lokal, PT Martha Tunggal Teknik.

“Kami meminta bantuan Anda untuk Glen, korban penembakan di Ilaga yang saat ini dirawat di Rumah Sakit Umum, karena ia sangat membutuhkan darah tipe O,” demikian isi pesan tersebut.

Selain Sumampauw, korban lain yang dievakuasi ke Timika adalah Panglima TNI Prajurit Fermansyah, 29 tahun, warga asli Papua dari suku Biak.

Sumampauw mengalami luka tembak di ketiak kiri bawah, sedangkan Fermansyah mengalami luka tembak yang menembus bahu kiri dan keluar di punggung kanan.

Meski mengalami luka parah pada kedua korban, kondisi mereka stabil, kata dokter.

BACA JUGA:  Invasi Rusia ke Ukraina Mengguncang Geopolitik Asia

Berita terkait: Polres Mimika tingkatkan pengamanan untuk lawan ancaman kelompok bersenjata

Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel Infanteri Aqsha Erlangga melaporkan, evakuasi Sumampauw dan Fermansyah dari Lanud Aminggaru di Ilaga, Kabupaten Puncak, menuju Bandara Mozes Kilangin di Timika pada Senin pagi berjalan lancar.

Helikopter EC-725 Caracal Air Force dikerahkan untuk mengevakuasi kedua korban pada pukul 07:30 waktu setempat (UTC +9), tambahnya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami untuk memastikan proses evakuasi berjalan lancar. Nilai-nilai kemanusiaan memotivasi kami semua untuk membantu masyarakat dan aparat keamanan yang menjadi korban aksi teror yang dilakukan oleh teroris separatis di Papua,” Erlangga berkomentar.

Berita terkait: Militer konfirmasi tewasnya teroris Papua dalam baku tembak Sugapa

Related posts