Kerangka kerja G20 tentang perpajakan internasional untuk menguntungkan Indonesia: INTI

  • Whatsapp

Jakarta (ANTARA) – Kerangka kerja G20 yang jelas untuk dua pilar perpajakan internasional akan menambah pendapatan Indonesia, kata ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet.

“Kerangka pajak internasional yang jelas tentu akan menguntungkan Indonesia dari sisi potensi pendapatan,” katanya kepada ANTARA di Jakarta, Senin.

Read More

Pertemuan Menteri Keuangan G20 dan Gubernur Bank Sentral telah menghasilkan 14 poin komunike, yang mencakup perpajakan internasional.

Menurut Manilet, perpajakan internasional memiliki dua pilar, yang pertama adalah pengenaan pajak di sektor digital dan yang kedua adalah perpajakan minimum global untuk perusahaan internasional.

Kedua pilar ini akan berlaku efektif di tingkat global, mulai 2023, tambahnya.

“Apa yang diusulkan dalam pilar perpajakan internasional sebenarnya merupakan agenda yang sudah ditentukan sebelumnya, terutama untuk BEPS dan AEOI,” kata Manilet.

Melalui regulasi tersebut, pendapatan Indonesia akan didorong melalui berbagai cara, seperti pengenaan pajak di sektor digital, ujarnya.

Berita terkait: G20 momentum untuk membahas masalah iklim secara menyeluruh: pakar

Hal ini bisa terjadi karena besarnya potensi ekonomi digital, ujarnya seraya menambahkan, Indonesia memiliki potensi sebagai pasar pengembangan ekosistem digital dalam beberapa tahun ke depan.

Sedangkan pengenaan pajak penghasilan badan pada perusahaan digital akan bersinggungan dengan tax treaty antara Indonesia, negara berkembang, dan negara asal korporasi digital, katanya.

Tax treaty dapat terus dibahas dalam forum G20, tambahnya.

Namun, akan ada tantangan dalam penerapan pajak penghasilan badan, seperti harus menekankan bahwa kebijakan ini bukan langkah sepihak oleh negara-negara asal perusahaan digital, katanya.

BACA JUGA:  Penggemar K-pop mengumpulkan lebih dari RM25.000 untuk bantuan banjir Malaysia

“Tantangannya adalah bagaimana penerapan PPh Badan tidak dianggap sebagai langkah sepihak,” tambahnya.

Berita terkait: Menteri Amali tegaskan dukungannya untuk pemuda dalam KTT Y20 Indonesia

Related posts