Kemenhan, BRIN sepakati kerja sama riset dan inovasi

Teknologi yang kuat akan menghasilkan pertahanan yang kuat. Oleh karena itu, kami merintis kerjasama dengan BRIN. Ini adalah awal dari sebuah terobosan

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pertahanan RI dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerjasama riset dan inovasi untuk mendukung pertahanan negara.

Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Kepala BRIN Laksana Tri Handoko di Kementerian Pertahanan, di Jakarta, Rabu.

“Teknologi yang kuat akan menghasilkan pertahanan yang kuat. Oleh karena itu, kami merintis kerjasama dengan BRIN. Ini adalah awal dari sebuah terobosan,” kata Prabowo seperti dikutip dalam siaran pers, Kamis.

Menteri Prabowo mencatat kerja sama tersebut merupakan langkah awal yang strategis dan berpeluang untuk menghasilkan beberapa produk berbasis penelitian dan pengembangan di bidang pertahanan.

Berita terkait: Menkeu desak tingkatkan kerja sama pertahanan dengan negara-negara ASEAN

Menkeu menyatakan bahwa masa depan bangsa akan sangat bergantung pada penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan, teknolog, insinyur, dan matematikawan.

Oleh karena itu, Menkeu mencatat kerjasama ini harus ditindaklanjuti secara konkrit.

Sementara itu, Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengatakan kerja sama tersebut merupakan awal dari potensi yang harus digali bersama Kementerian Pertahanan dan BRIN.

Handoko menyampaikan kesiapan BRIN untuk mendukung penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh holding BUMN di bidang industri pertahanan.

Berita terkait: Presiden perintahkan penyelidikan proyek satelit Kementerian Pertahanan

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Litbang Kemhan, Marsekal Muda TNI Angkatan Darat Julexi Tambayong, dan Pj Deputi Bidang Pendayagunaan Riset dan Inovasi BRIN Mego Pinandito menandatangani perjanjian kerja sama penelitian dan pengembangan di bidang pertahanan.

BACA JUGA:  Keadilan restoratif tidak cocok untuk kasus kekerasan seksual: pejabat

Dalam penandatanganan MoU dengan BRIN, Menhan didampingi Wakil Menteri Pertahanan Letjen TNI M. Herindra, Sekjen Kemhan Marsekal TNI Marsekal Donny Ermawan Taufanto, Irjen Kemhan Letkol. Amarullah Octavian, dan Asisten Khusus Menteri Pertahanan untuk Manajemen Kebijakan Pertahanan Letjen Purnawirawan Sjafrie Sjamsoeddin.

Berita terkait: Perlu vaksinasi 70 persen populasi untuk memasuki tahap endemik: BRIN

Berita terkait: 807 peneliti 15 institusi dipindahkan ke BRIN dalam gelombang 2