Kemendikbud optimis desa iklim berbagi inovasi

  • Whatsapp

Jakarta (ANTARA) – Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong optimistis “desa iklim” dapat membangun jejaring untuk berbagi pengalaman dan inovasi sebagai bagian dari upaya penanggulangan perubahan iklim.

Desa-desa iklim binaan Program Kampung Iklim, dengan fokus mendorong semangat mengintegrasikan pengolahan limbah untuk membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan ketahanan desa terhadap dampak perubahan iklim.

Read More

“Saya juga optimistis dengan jejaring desa iklim, seperti sejenis asosiasi atau grup WhatsApp yang bisa dibentuk desa bersama-sama, sehingga bisa saling bertukar pengalaman dan mendiskusikan masalah, tantangan, dan inovasi masing-masing tim,” kata Dohong saat Hari Peduli Sampah Nasional 2022 di sini pada hari Senin.

Wamenhub juga menyoroti salah satu keberhasilan desa iklim di Tanjungsari, Kota Blitar, Jawa Timur, yang telah mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos, membentuk bank sampah di setiap dusun, dan menggunakan teknologi aplikatif untuk memfasilitasi kegiatan bank sampah. .

Model pengelolaan sampah yang baik di tingkat desa juga datang dari Mukti Jaya, Kabupaten Rokan Hilir, Riau yang selama ini mengolah sampah organik dan anorganik dan memiliki bank sampah hingga saat ini.

Desa iklim lainnya adalah Poleonro, Kabupaten Bone, di Sulawesi Selatan, yang memprakarsai tindakan daur ulang, dengan perwakilan desa mengatakan mereka membutuhkan dukungan untuk meningkatkan kualitas produksi.

Terkait perlunya dukungan pihak ketiga, Dohong menyebut pemerintah telah mengeluarkan kebijakan tanggung jawab produsen (EPR) yang diperluas melalui Peraturan Menteri No 75 Tahun 2019 tentang Road Map Pengurangan Sampah oleh Produsen.

BACA JUGA:  Mobilitas masyarakat berimbas pada perekonomian di tengah COVID-19: BPS

Peraturan tersebut diharapkan dapat mendorong perusahaan untuk membantu masyarakat mengelola sampah sebagai bagian dari upaya pengurangan emisi gas rumah kaca dari gas metana yang dihasilkan oleh sektor persampahan.

“Jika apa yang dilakukan di ketiga desa ini dapat direplikasi, diadopsi, bahkan ditingkatkan di masa mendatang, maka target pemerintah 20 ribu desa iklim pada tahun 2024 dapat tercapai dengan sukses. Tentunya peran serta masyarakat sangat strategis untuk mewujudkan hal tersebut. ,” tegas Dohong.

Berita terkait: Pengelolaan sampah dapat mengurangi emisi rumah kaca: wakil menteri
Berita terkait: Kementerian Lingkungan Hidup dorong peran masyarakat dalam pengelolaan sampah
Berita terkait: Pabrik Jakarta Ubah Sampah Jadi BBM

Related posts