Indonesia menargetkan perdagangan senilai $20 miliar dengan Korea Selatan

  • Whatsapp

Mudah-mudahan (perdagangan bilateral) bisa kembali ke level yang ditargetkan US$20 miliar.

Jakarta (ANTARA) – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada Selasa mengatakan pemerintah menargetkan perdagangan senilai US$20 miliar dengan Korea Selatan.

Read More

Perdagangan antara kedua negara melonjak hampir 40 persen hingga menyentuh US$18,4 miliar pada tahun 2021 dibandingkan tahun sebelumnya, katanya di Forum Bisnis Korea-Indonesia, yang diadakan dalam format hybrid pada hari Selasa.

“Mudah-mudahan (perdagangan bilateral) bisa kembali ke level yang ditargetkan US$20 miliar,” kata Menkeu.

Korea Selatan adalah importir barang Indonesia terbesar ketujuh dan eksportir barang terbesar keenam ke Indonesia, katanya. Hal ini menunjukkan bahwa perdagangan kedua negara masih kuat, katanya.

Berita terkait: Kemendag Gandeng TNI AU Distribusi Minyak Goreng

Sementara itu, investasi Korea Selatan di Indonesia mencapai US$1,64 miliar pada 2021, tambah Hartarto.

Ia mengatakan, reformasi struktural yang dilakukan melalui UU Cipta Kerja menjadi salah satu faktor peningkatan investasi Korsel di Indonesia.

“Dalam pertemuan dengan Menteri Perdagangan, Industri, dan Energi Korea Selatan, Mr Moon Sung Wonk, (ia) memuji reformasi struktural yang dilakukan melalui Omnibus Law (UU Penciptaan Lapangan Kerja) yang telah mendorong peningkatan investasi Korea Selatan. di Indonesia dengan beberapa proyek yang sedang dikerjakan,” jelasnya.

Dalam tiga tahun terakhir, perdagangan Indonesia-Korea Selatan tetap di bawah US$18,6 miliar yang tercatat pada 2018, kata Wakil Kepala Bidang Kemaritiman, Investasi, dan Luar Negeri Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Shinta W. Kamdani. .

Berita terkait: Pemerintah distribusikan minyak goreng curah di pasar Semarang dengan harga terjangkau

BACA JUGA:  Dalam gambar: Balai Kota Hong Kong, Masjid Jamia dan Lui Seng Chun akan dinyatakan sebagai monumen

Oleh karena itu, kedua negara masih memiliki potensi untuk meningkatkan perdagangan bilateral, tambahnya.

“Kami menyadari bahwa kedua negara masih memiliki peluang besar untuk meningkatkan dan mengembangkan kerja sama mengingat potensi ekonominya yang besar,” ujarnya.

Berita terkait: Kemenperin tingkatkan PPKM di empat kota di Jawa-Bali menjadi 4

Berita terkait: Kementerian dukung pembenahan infrastruktur jelang KTT G20

Related posts