Drone Turki Bisa Hancurkan Kejutan Konvoi Rusia

Drone Bayraktar TB2 buatan Turki sangat diandalkan oleh Ukraina dalam menghadang konvoi militer Rusia ke negara mereka. Sejauh ini drone canggih tersebut terbukti efektif dan menimbulkan pertanyaan, kenapa Rusia tidak mampu menjinakkannya? Ini mengejutkan beberapa pengamat.

Angkatan Udara Ukraina telah melakukan dua serangan drone terhadap target Rusia menggunakan Bayraktar TB2. Kedutaan Besar Ukraina telah merilis rekaman konvoi Rusia yang menunjukkan puluhan kendaraan diledakkan oleh rudal dari drone di kota Chornobaivka.

Pada Sabtu (26/2), pasukan Ukraina kembali merilis video drone yang memperlihatkan konvoi Rusia terkena serangan drone, kali ini di selatan kota Kherson.

Drone ini sebelumnya telah berhasil dioperasikan di konflik Libya hingga Suriah, namun baru kali ini berhadapan dengan militer besar seperti Rusia dengan segala teknologi perangnya. Ternyata, drone ini berhasil memenuhi harapan Ukraina.

Beberapa pengamat percaya bahwa itu adalah kesalahan bagi Rusia untuk mengirim pasukan sebelum terlebih dahulu menjinakkan kekuatan udara Ukraina, termasuk drone ini.

Bayraktar TB2 berhasil menghancurkan konvoi Rusia karena Rusia belum mendapatkan supremasi udara. “Angkatan Udara Rusia telah memperoleh keunggulan udara di beberapa daerah, tetapi tidak di seluruh Ukraina,” kata Can Kaspoglu, seorang analis militer di EDAM.

“Selain itu, militer Rusia memang telah menghancurkan banyak pangkalan udara Ukraina, tetapi beberapa di antaranya masih memiliki landasan dan fasilitas operasional. Pesawat berawak dan tak berawak diserang, tetapi tidak sepenuhnya terganggu,” tambahnya.

Robert Lee dari Foreign Policy Research Institute menilai bahwa Rusia sebenarnya memiliki kemampuan untuk menghancurkan drone Bayraktar TB2 sebelum perang dimulai, tetapi tidak melakukannya karena alasan apa pun.

“Belum lagi pertahanan udara untuk melindungi tentara di darat sepertinya tidak siap menghadapi drone Bayraktar TB2 ini. Tidak jelas kenapa bisa begitu,” ujarnya seperti dikutip kami dari Middle East Eye, Kamis (3/3). /3/2022).

Terbang untuk pertama kalinya pada tahun 2014, Bayraktar TB2 semakin mumpuni. Itu dapat membawa senjata hingga 150 kilogram dan meluncurkan serangan ke tank atau bunker lawan.

Drone ini memiliki panjang 6,5 meter dan memiliki lebar sayap 12 meter. Selain untuk menyerang musuh, Bayraktar TB2 juga bisa digunakan untuk misi pengintaian dari udara. Ia dapat terbang selama 24 hingga 25 jam pada ketinggian maksimum 7.300 meter baik pada siang hari maupun pada malam hari.

Militer Turki sendiri sudah sering menggunakan Bayraktar TB2, antara lain, untuk membantu mereka memerangi para militan di negaranya. Drone ini juga dikabarkan sukses besar ketika menghancurkan 73 kendaraan perang di Suriah.

Beberapa waktu lalu, Ukraina dan Turki telah sepakat untuk mengembangkan produksi drone di Ukraina. Biaya pembuatannya saja senilai USD 5 juta per unit dan menjadi kebanggaan bagi Turki, di mana cukup banyak negara yang tertarik dan memesannya.