Drone Ini Hantam Konvoi Rusia, Turki Angkat Bicara

Drone Bayraktar TB2 yang cukup canggih diandalkan oleh Ukraina dan berhasil menghancurkan beberapa konvoi militer Rusia yang menyerbu negara mereka. Pemerintah Turki juga membicarakannya.

Wakil Perdana Menteri Turki, Yavuz Selim Kiran, menyatakan bahwa drone itu bukan bantuan Turki untuk Ukraina tetapi bahwa Ukraina telah membelinya dari sebuah perusahaan Turki. Nama perusahaannya adalah Baykar.

Beberapa waktu lalu, Turki dan Ukraina juga menyepakati produksi Bayraktar TB2 bisa dilakukan di Ukraina. Namun, dengan pernyataan pejabat tersebut, Turki tampaknya ingin menekankan posisi netral mereka dan terbuka untuk merundingkan pembicaraan di kedua sisi.

“Perusahaan industri pertahanan swasta dapat membuat kesepakatan seperti itu dengan negara. Ini (drone) bukan bantuan dari Turki. Drone adalah produk yang dibeli oleh Ukraina dari perusahaan Turki. Terlebih lagi, Ukraina bukan satu-satunya negara yang membeli Bayraktar TB2. Ada antrian untuk beli,” kata Kiran.

“Fakta bahwa (Bayraktar TB2) menonjol sebagai salah satu elemen pertahanan militer Ukraina benar-benar menunjukkan keberhasilan dan kualitas produk yang dibuat oleh perusahaan kami. (Tapi) kami tidak akan kehilangan posisi kami untuk negosiasi dengan kedua belah pihak,” dia menambahkan.

Turki sendiri sedang mencari perdamaian antara Rusia dan Ukraina. Ukraina sejauh ini telah membeli sekitar 20 drone Bayraktar TB2.

Selain ke Ukraina, Baykar telah setuju untuk menjual Bayraktar TB2 ke negara lain seperti Qatar, Polandia dan Azerbaijan. Negara-negara lain juga telah menunjukkan minat.

Drone tersebut, meski jelas tidak secanggih drone militer Amerika Serikat seperti Reaper, tetap dianggap bertenaga dengan berbagai keunggulannya.

Terbang untuk pertama kalinya pada tahun 2014, Bayraktar TB2 semakin mumpuni. Itu dapat membawa senjata hingga 150 kilogram dan meluncurkan serangan ke tank atau bunker lawan.

Drone ini memiliki panjang 6,5 meter dan memiliki lebar sayap 12 meter. Selain untuk menyerang musuh, Bayraktar TB2 juga bisa digunakan untuk misi pengintaian dari udara. Ia dapat terbang selama 24 hingga 25 jam pada ketinggian maksimum 7.300 meter baik pada siang hari maupun pada malam hari.

Militer Turki sendiri sudah sering menggunakan Bayraktar TB2, antara lain, untuk membantu mereka memerangi para militan di negaranya. Drone ini juga dikabarkan sukses besar ketika menghancurkan 73 kendaraan perang di Suriah.

Beberapa waktu lalu, Ukraina dan Turki telah sepakat untuk mengembangkan produksi drone di Ukraina. Biaya pembuatannya saja senilai USD 5 juta per unit dan menjadi kebanggaan bagi Turki, di mana cukup banyak negara yang tertarik dan memesannya.