Bali menawarkan dua opsi karantina untuk pelancong asing

  • Whatsapp

Denpasar (ANTARA) – Pemerintah Provinsi Bali menawarkan dua opsi karantina hotel kepada wisatawan atau pelancong asing (PPLN), kata Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati.

“PPLN dapat melakukan karantina di hotel karantina dengan sistem bubble dan non-bubble,” kata Sukawati saat rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali di Denpasar, Senin.

Read More

Sistem gelembung memungkinkan wisatawan asing untuk melakukan aktivitas di luar kamar mereka, tetapi di dalam area hotel karantina, katanya.

“Dengan demikian, wisatawan asing dapat berenang, berolahraga, dan melakukan aktivitas lainnya di area hotel dengan tetap mengikuti protokol kesehatan,” ujarnya.

Industri pariwisata Bali juga menawarkan karantina hotel dengan sistem non-bubble, di mana turis asing dikurung di kamar hotel mereka selama masa karantina, tambahnya.

“Saat ini Bali memiliki 65 hotel karantina. Sebanyak 27 di antaranya merupakan hotel karantina dengan sistem bubble. Ini memberikan opsi bagi PPLN,” ujarnya.

Baca juga: Kemenpar Hadirkan Gelembung Karantina Bagi Wisatawan di Bali

Untuk rekomendasi hotel karantina bubble dan non bubble, Pemprov Bali dibantu tim verifikasi dari Dinas Kesehatan Pelabuhan Kelas 1 Denpasar dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di wilayah Bali, kata Sukawati.

Sementara itu, Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Bali bekerja sama dengan pemerintah provinsi, instansi vertikal, dan pemangku kepentingan pariwisata untuk mempromosikan penggunaan aplikasi PeduliLindungi di fasilitas pariwisata untuk menekan penyebaran COVID-19, tambahnya.

Pemerintah daerah terus mengupayakan percepatan vaksinasi COVID-19 bagi pelaku pariwisata dan menyiapkan standar operasional prosedur untuk menyambut wisatawan asing di Bali, katanya.

BACA JUGA:  Rivalitas sepak bola Bangkok meledak menjadi pukulan yang layak untuk Muay Thai (Video)

Sejauh ini, dua rute penerbangan internasional ke Bali telah dibuka kembali yakni rute Tokyo-Denpasar yang dioperasikan oleh Garuda Indonesia dan rute Singapura-Denpasar yang dioperasikan oleh Singapore Airlines.

Menurut Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nia Niscaya, dibukanya kembali penerbangan internasional diharapkan dapat meningkatkan peluang bagi para pemangku kepentingan untuk menghidupkan kembali perekonomian nasional melalui sektor pariwisata.

Berita terkait: Indonesia memberlakukan peraturan baru untuk pelancong internasional

Related posts