APEC Fokus Mencapai Ketahanan Pangan Berbasis Laut

  • Whatsapp

BangkuTaman.idNegara-negara di Asia Pasifik mulai berkonsentrasi mewujudkan ketahanan pangan berbasis laut.

Hal tersebut mengemuka dalam Pertemuan Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) 18th Ocean and Fisheries Working Group (OFWG) Meeting yang berlangsung pada 14-15 Februari 2022 dan Joint OFWG – Policy Partnership on Food Security (PPFS) Meeting pada 16 Februari 2022.

Read More

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang merupakan Delegasi Republik Indonesia (Delri) turut ambil bagian dalam forum tersebut.

Dalam forum tersebut, KKP mengangkat isu Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing (IUUF), sampah laut, dan perikanan skala kecil dalam mewujudkan ketahanan pangan di kawasan Asia Pasifik.

“Pertemuan pertama meninjau program APEC dalam pemberantasan IUU fishing dan penanggulangan sampah laut selama setahun terakhir. Tujuannya untuk memastikan kesesuaian program yang dilaksanakan dengan Roadmap Penanggulangan IUU Fishing dan APEC Roadmap on Managing Marine Debris,” kata Sekjen KKP Antam Novambar, di Jakarta, Kamis (17/2/2022).

Antam menambahkan, pada OFWG Meeting, draft dokumen APEC Roadmap on Small-Scale Fisheries and Aquaculture telah disetujui dengan tujuan untuk mendorong tata kelola perikanan tangkap dan budidaya skala kecil di kawasan Asia Pasifik.

Kemudian pertemuan kedua, lanjut Antam, membahas rencana implementasi Roadmap Ketahanan Pangan APEC Menuju 2030.

Pada pertemuan PPFS, KKP mengangkat pentingnya isu IUU fishing, marine debris, dan small-scale fishing untuk mencapai ketahanan pangan di kawasan Asia Pasifik.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Kerjasama Luar Negeri Agung Tri Prasetyo yang menjadi ketua delegasi Indonesia pada kesempatan terpisah menggarisbawahi bahwa upaya pemberantasan IUU fishing, penanganan sampah laut dan pengembangan perikanan skala kecil menjadi kuncinya. untuk memastikan keberlanjutan, produktivitas dan inklusivitas ketahanan pangan regional.

BACA JUGA:  Upaya pembersihan sampah laut menjadi agenda nasional: kementerian

Ia mendorong anggota APEC untuk terus menyelaraskan proyek-proyek yang diusulkan dengan dokumen Roadmap sehingga dapat relevan dengan tujuan dan komitmen bersama APEC.

Sebagai komitmen nyata, Kementerian Kelautan dan Perikanan mengusulkan dua proyek, yaitu “Lokakarya Strategi Penegakan Perikanan untuk Mencegah, Memerangi, dan Mencegah IUU Fishing Terkait Pandemi Covid-19” dan “Workshop Promosi Bahan Bioplastik untuk Mengurangi Sampah Plastik Laut di Kawasan Asia Pasifik”.

Keduanya menargetkan perumusan rekomendasi dan kebijakan sebagai acuan dan acuan bagi seluruh Anggota APEC dalam penanganan IUU fishing dan marine debris.

Selain itu, KKP juga menyampaikan komitmennya untuk terus mengawal program-program APEC terkait pemberantasan IUU Fishing dengan bergabung dalam Sub Working Group yang akan bertugas mereview implementasi APEC Roadmap on Combating IUU Fishing oleh APEC dan masing-masing Anggota.

Sebagai informasi, rangkaian pertemuan tiga hari tersebut dihadiri oleh 20 dari 21 anggota APEC yakni Australia, Kanada, Chili, China, Hong Kong China, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Papua Nugini, Peru, Filipina, Rusia, Singapura, China Taipei, Thailand, Amerika Serikat dan Vietnam, serta mitra yaitu The Nature Conservancy dan The Ocean Conservancy.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan komitmennya memberantas praktik illegal fishing di wilayah perairan yurisdiksi Indonesia.

Komitmen tersebut diwujudkan dalam penguatan pengawasan yang dilakukan melalui patroli dan penggunaan teknologi satelit.

Kemudian penanganan sampah laut juga menjadi perhatian kementerian, salah satunya dengan mencanangkan program Bulan Cinta Laut yang rencananya akan menjadi gerakan nasional.

Related posts