140.420.471 orang Indonesia divaksinasi penuh terhadap COVID-19

  • Whatsapp

Jakarta (ANTARA) – Sedikitnya 140.420.471 orang Indonesia telah menerima kedua dosis vaksin COVID-19 sejauh ini, menurut data yang dirilis Gugus Tugas COVID-19, Senin.

Jumlah orang yang menyelesaikan dua dosis vaksin COVID-19 meningkat 119.384 pada hari Senin, lapornya.

Read More

Sedangkan jumlah penerima dosis vaksin pertama bertambah 47.165 menjadi 189.694.082.

Menurut satuan tugas, jumlah penerima dosis ketiga naik menjadi 8.493.624 pada hari yang sama.

Masyarakat harus tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan yaitu menggunakan masker, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menghindari keramaian, dan mengurangi mobilitas meski sudah divaksin, katanya.

Sementara itu, Gugus Tugas melaporkan bahwa jumlah kasus positif COVID-19 meningkat 34.418 pada hari Senin, sehingga total menjadi 5.231.923.

Jumlah pasien yang pulih meningkat 39.929 menjadi 4.554.711, katanya.

Sementara itu, jumlah kematian akibat COVID-19 meningkat 176, sehingga total kematian menjadi 146.541, tambahnya.

Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan izin penggunaan darurat (EU) untuk lima vaksin COVID-19 untuk program vaksinasi booster.

“Lima vaksin tersebut mendapat EUA setelah dievaluasi oleh tim ahli obat atau vaksin dan memenuhi kriteria yang ada,” kata Kepala BPOM Penny K. Lukito.

Merek vaksin yang disetujui adalah CoronaVac yang diproduksi oleh produsen vaksin milik negara PT Bio Farma, Pfizer, AstraZeneca, Moderna, dan Zifivax, katanya.

Vaksin homolog CoronaVac dapat diberikan sebagai booster kepada orang berusia 18 tahun enam bulan setelah vaksinasi utama, tambahnya.

Berita terkait: Pemberantasan COVID-19 secara tuntas tidak mungkin: ahli epidemiologi

BACA JUGA:  Gugus Tugas KSP Percepat Pengesahan RUU PRT

“Imunogenisitas (hasil tes) menunjukkan peningkatan titer antibodi penetralisir hingga 21–35 kali lipat sekitar 28 hari setelah pemberian vaksin booster CoronaVac kepada penerima dewasa,” jelasnya.

Reaksi terhadap vaksin terlokalisir, seperti rasa sakit dan kemerahan pada kulit di tempat vaksinasi, tambahnya.

Booster vaksin Pfizer juga harus diberikan setidaknya enam bulan setelah vaksinasi utama kepada orang berusia 18 tahun ke atas, menurut Lukito.

Efek dari vaksin berbasis platform mRNA umumnya bersifat lokal, seperti nyeri di tempat pemberian, sakit kepala, nyeri otot, dan demam, tambahnya.

Baca juga: Pemkot Jayapura Percepat Vaksinasi COVID-19 pada Lansia

Related posts