Untuk Hari Musik Nasional, Bangkutaman Membuat “Lukisan” Bersama Lokananta

Artwork oleh Ida Lestari

 

Halo #TemanRileks di seluruh Indonesia,

Mungkin saja banyak yang belum segitunya ngeh dengan Hari Musik Nasional ya, apalagi merayakannya dalam sebuah acara atau apapun. Seakan-akan tak ada yang menggubris hari yang diambil dari tanggal lahir musisi Indonesia Wage Rudolf Supratman, penggubah lagu kebangsaan “Indonesia Raya” itu. Hari Musik Nasional kalah populer dengan Record Store Day.

Masih berkaitan dengan kepedulian masyarakat musik Indonesia akan Hari Musik Nasional, Bangkutaman jadi menggarisbawahi sebuah tempat yang bernama Lokananta. Inilah perusahaan rekaman musik pertama di Indonesia yang didirikan pada tahun 1956. Berlokasi di Solo, Lokananta terkenal telah lama melakukan produksi dan duplikasi piringan hitam, kaset audio hingga cakram padat.

Selain rekaman-rekaman musik etnik dan lagu daerah, tercatat Lokananta juga memiliki master lagu-lagu dari penyanyi legendaris Indonesia seperti Gesang, Waldjinah, Bing Slamet, dan Sam Saimun. Tak hanya lagu, di ruang arsip Lokananta masih tersimpan rekaman bersejarah seperti sub master pita pidato proklamasi, rekaman resmi Indonesia Raya, dan pidato-pidato Bung Karno lainnya.

Lalu, apa hubungannya Hari Musik Nasional, Lokananta, dan Bangkutaman?

“Kami merasa, Bangkutaman dan Lokananta ada kesamaan, bahwa kami sudah lama ada dan kami tetap produktif loh. Hari Musik Nasional tanggal 9 Maret adalah momentum yang pas sekali untuk kami, band indie yang sudah 17 tahun berkarya di Indonesia dengan pesan humanis dan sosial, untuk memberi apresiasi sekaligus mengingatkan bahwa kami semua masih ada (Bangkutaman, Lokananta, Hari Musik Nasional). Ini lah upaya penyadaran sekaligus pengenalan kembali akan eksistensi kami semua sebagai bagian dari kebanggaan Indonesia,” ungkap Irwin Ardy akan proyek yang diberi tajuk Bangkutaman untuk Lokananta ini.

“Sedikit mungkin yang ngeh kalo 9 Maret itu adalah Hari Musik Nasional dan bingung bagaimana kita harus meresponnya. Juga tentang Lokananta, sebuah tempat yang harus di-preserve dengan baik sehingga bisa bertahan terus sampai anak cucu kita,” ungkap Wahyu Acum.

Adalah sebuah lagu berjudul “Lukisan”, lagu yang ditulis oleh Wahyu Acum di bus ketika perjalanan dari Padang menuju Pekanbaru pada 9 Oktober dua tahun lalu. Mengenang kembali momen lagu ini ditulis dalam kaitannya dengan Hari Musik Nasional dan Lokananta, Bangkutaman memandang penting aktivitas mengapresiasi dan melestarikan, baik itu berupa momen maupun tempat bersejarah, dengan simbolisme alam Indonesia yang saat ini semakin serius statusnya untuk dijaga dan dilestarikan.

“Kami menyambut baik project ini, kolaborasi seperti inilah contoh wujud nyata sebuah bentuk apresiasi terhadap nilai-nilai yang kita miliki. Dan kami berharap apresiasi seperti ini dapat dilakukan oleh banyak pihak di luar sana, tidak hanya kepada Lokananta, tetapi lebih besarnya kepada nilai budaya dan upaya pengarsipan yang telah dilakukan pihak-pihak lain.” ungkap Kepala Lokananta, Miftah Zubir.

Lagu “Lukisan” dari Bangkutaman akan dirilis pertama kali lewat situs resmi Rolling Stone Indonesia untuk kemudian penikmat musik bisa membeli atau men-streaming-nya lewat layanan musik Digital, dari iTunes, Apple Music, Spotify, Deezer, JOOX dan lain sebagainya. Seluruh penjualan dari streaming juga pengunduhan lagu “Lukisan” akan diwujudkan sebagai aksi sosial yang akan juga berkolaborasi dengan Lokananta nantinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *