Dari Bekasi Hingga Bandung, Tak Berhenti Senang-Senang

Petualangan Bangkutaman untuk menghibur para penikmat musik di tanah air kembali berlanjut. Tepat pada 18 dan 19 November 2017 lalu, Kami berkesempatan untuk mengajak rileks teman-teman yang ada di Jawa Barat.

Kota pertama yang Kami kunjungi adalah Bekasi. Yaps, Kota yang sering dibuat ‘meme’ ini bukanlah Kota yang asing buat Bangkutaman. Beberapa personil Bangkutaman tumbuh berkembang di Kota ini, namun sayangnya saat itu (akhir tahun 1990-an) Bekasi belum memiliki tempat untuk para musisi. Jadi, para personil Bangkutaman pun harus keluar di ‘rumah’ mereka.

Baru di tahun 2000-an lah mulai adanya beberapa tempat untuk para musisi independent yang ingin memperkenalkan karya mereka. Salah satunya adalah Kedubes Bekasi. Ya, tempat yang terbilang masih baru ini, kini menjadi salah satu tempat tujuan para musisi muda di Bekasi untuk memperkenalkan karya mereka.

Tanggal 18 November 2017 malam, Bangkutaman akhirnya bisa merasakan atmosfer audience di Bekasi. Rekan-rekan di Kota Bekasi sangatlah antusias menikmati musik yang disuguhkan Bangkutaman. Sampai-sampai para personil Bangkutaman dibuat kaget, karena banyak yang menyanyikan salah satu lagu di album ‘Rileks’ yaitu “Lelaki dan Hidupnya”. Padahal bisa dibilang lagu ini tidak seheboh saat Bangkutaman melepas single seperti “Ode Buat Kota”, “Catch Me When I Fall” dan “Pekerja”.

Ditambah lagi, jalan menuju Kedubes Bekasi yang saat itu macet total karena imbas dari kemacetan yang terjadi di tol Jakarta – Cikampek tak menyurutkan rekan-rekan Bangkutaman untuk hadir ke venue.

Dengan hormat kami sangat respect dengan rekan-rekan ABCD (Anak Bekasi Cinta Damai) yang telah meluangkan waktu hadir di malam itu. Ditambah lagi melihat rekan-rekan musisi lain yang tampil saat itu, ada Kabar Burung, Endah N Rhesa, Sir Lommar John, Primata, dan juga Jason Ranti tampil dengan hati, meski sempat terjadi teknis dengan matinya listrik di Kedubes Bekasi. Itu pun tidak menyurutkan rekan-rekan yang hadir untuk beranjak begitu saja.

Bekasi…We Love You!

Sehari setelah itu, Sabtu (17/11/2017) Kami menuju Bandung. Salah satu Kota yang banyak melahirkan musisi dan seniman hebat tanah air ini juga bukan tempat yang asing bagi Bangkutaman. Beberapa kali Kami main di Bandung selalu mendapat sambutan yang baik.

Di hari itu, Kami juga menyempatkan diri untuk mampir  ke sebuah gig yang menampilkan Cherry Bombshell dan ETA di Chinook Cafe. Kedua band ini bisa dibilang band-band keren yang menggerakkan komunitas musik di Kota Bandung.

Tanggal 19 November 2017, sebenarnya Bangkutaman hanya ingin berkunjung ke Ardan Radio. Namun, Kami pikir sayang jika tidak tampil di Kota Bandung. Adalah Spasial, salah satu pusat kreatif anak muda di Kota Bandung yang memberikan Bangkutaman ruang untuk  tampil. Di sebuah acara bertajuk ‘Spasial vol. 7’, Bangkutaman menyuguhkan beberapa tembang lawas mulai dari “Sleeping Sand”, “She Burn the Disco”, “Bunga Matahari” sampai “Rain or Shine”.

Tambah asiknya lagi, di tempat yang spesial ini Bangkutaman mengajak teman-teman lama yaitu Cheppi dari Twisterella yang ikut nyanyi bersama membawakan lagu “She Burn the Disco” dan Andi Sabarudin ex gitaris C’mon Lennon membawakan lagu “Dewi Mimpi” milik Rumahsakit.

Bangkutaman juga mengucapkan banyak terima kasih untuk teman-teman band lain seperti Ping Pong Club, Toy Tambourine, Twisterella dan Cleve yang telah ikut meramaikan acara ini. Bisa dibilang Spasial Vol.7 merupakan edisi kangen-kangenan untuk para pecinta musik indie pop.

Tidak lupa juga, Bangkutaman mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya untuk rekan-rekan yang rela hujan-hujanan datang ke Spasial Vol.7.

Bandung..The Best Euuuy!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *